Sang pelayan

Prasangka atau persepsi atau apapun namanya terkadang membawa kita ke suatu ruang yang mengerikan, memilukan, beracun, atau apapun namanya yang pasti membawa kita ke suatu energi negatif, menyakiti hati dan alam bawah sadar kita. Padahal itu semua hanyalah berasal berasal dari pemikiran kita.

Itu terjadi padaku beberapa hari yang lalu..

Mungkin semua berawal dari keinginanku untuk bertemu denganmu, namun dua kali kesempatan kau tak bisa datang. Dan kau menyadari semua itu.

Aku tak tau apakah memang kau juga ingin bertemu atau sekedar memenuhi keinginanku yang kau sadari, meskipun aku tak pernah bilang padamu, ataukah kau hanya berusaha memenuhi permintaan mereka. Dari dulu kita semasa kita semua selalu bersama, aku dan kamu, kita, selalu di bully oleh mereka. Entah mereka saat ini memandangmu apa, semoga sesuatu yang lebih baik, tetapi pastinya ia tetap memandangku sebagai seorang yang polos, lugu, mudah dimanfaatkan, dan dungu, layaknya sang pelayan.

Kini mereka semua seolah selalu tersenyum padamu, karena kau telah berhasil mencapai impianmu, impian yang telah kau nantikan selama ini, mungkin sejak kau kecil. Kau kini telah terlihat lebih keren. Sejujurnya, aku salut padamu, aku sangat bangga, bahkan senang. Kau telah keluar dari jarum-jarum dari jeruji yang seolah menyekatmu dari mereka, tempat dimana kita dulu selalu dibully. Iya, mereka yang selalu menganggap remeh kita selama ini.

Namun jalan hidup takkan pernah sama, selama kita berusaha dan berdoa, dan kaupun telah membuktikannya. Akupun ikut lega, karena dulu disaat kamu dibully, akupun tak mampu berbuat apa-apa karena kita berada di tempat yang sama. Namun, kini saat kau telah keluar dari jarum jeruji yang menjeratmu, perasaanku lebih bahagia. Mungkin itu rasa cintaku padamu, meskipun mungkin terlihat begitu kecil di mata orang lain, setidaknya aku merasakannya. Dan entah rasa cinta, atau suka, atau kagum padamu, itu selalu mengingatkanku pada Sang Pencipta, Allah SWT. Setiap langkah yang kau buat membakar semangatku, selalu ada hal atau inspirasi baru yang kau buat yang selalu membangkitakan motivasiku untuk melangkah lebih jauh, menggali lebih dalam, terbang lebih tinggi, berlari lebih kencang.

Kau pun tak pernah lupa, tempat dimana kau jatuh dulu, kau masih menghargai orang-orang yang bersamamu dulu, saat aku, sang pelayan, kembali dimanfaatkan oleh tangan-tangan kotor sosial elite (atau setidaknya yang tampak seperti itu), kau setidaknya, ya paling tidak, menunjukkan bahwa kau tak setuju terhadap tindakan mereka. Aku sempat mendengar kau mengucapkan kata tidak setuju, atau “iih kasihan bgt” atau “parah bgt” dan sedikit menatapku, walaupun akhirnya kau memalingkan muka, mungkin mencoba terlihat tak perduli, seperti yang selalu kau lakukan selama ini. Namun aku tau kau sebenarnya perduli, tapi percaya bahwa aku bisa menghadapinya selama ini sendiri, dan memang aku selalu bisa. Kau tak perlu khawatir. Dan memang apabila kau menunjukkan rasa khawatirku, kau pun tahu bahwa itu hanya akan membuatku menjadi semakin merasa tidak enak padamu, dan kau takut semakin menjatuhkanku.

Tak apa aku mengerti.

Dan kini saat kau telah menggapai impianmu, kerjalah mimpi-mimpimu yang lain, yang tentunya lebih hebat, berlari di tanah sejauh yang kau bisa, terbanglah di udara setinggi yang kau bisa, selamilah palung terdalam sedalam yang kau bisa, jinakkanlah api terpanas semampu yang kau bisa.

Dan bila saatnya nanti kita bertemu kembali, aku berharap meskipun semua telah berubah, rasa persahabatan kita masih tetap sama…

Here’s Video Of The Malaysian Flight (Brief Graphic Content) Minutes After It Crashed

Thought Catalog

[full-bleed][/full-bleed]

And here is video a local took of what almost look like streamers but certainly aren’t. That debris is still falling out of the sky minutes after the bulk of the plane crashed seems to indicate the plane exploded or was breached while in the air.

You can find complete and updated coverage of Malaysian Flight 17’s crash in Ukraine here. [tc-mark]

featured image – YouTube

View original post

Morning Dream

Benarkah Tuhan menitipkan sebagian pesan di mimpi-mimpi kita?

Jikalau memang benar semoga itu pertanda baik.
kalaupun tidak itu sudah mengingatkanku padamu
untuk selalu mendoakanmu agar selamat sampai tanah air.

dalam perjalanan hidup yang kau alami, kita pernah berjumpa di persimpangan hidup..
semasa kita belajar bersama, aku selalu mengagumimu, setiap tindakanmu, berbagai keputusan yang kau ambil..

hingga tiba saatnya km pergi meninggalkan tanah air, untuk melanjutkan cita-citamu.
Itu menjadi suatu tamparan untukku, bahwa aku yang selalu bermimpi untuk bisa keluar negeri, terlalu banyak berpikir dan bermimpi, namun begitu sulit untuk mewujudkannya.
tapi kamu seolah memberikan suatu isyarat atau bahkan motivasi…
bahwa suatu yang km inginkan pasti akan bisa terwujud melalui kerja keras..
dream, believe, make it happen..

jujur aku terkejut sewaktu mengetahui bahwa kamu telah merantau ke negeri orang, itu semacam tamparan buatku, tamparan untuk diriku berusaha lebih keras lagi untuk menjadi yang terbaik..

jujur aku malu, dikala perjalanan hidupmu semakin meningkat ke level lebih tinggi, namun kau begitu low profile dan tetap meraih ilmu hingga kedalaman yang sulit tuk diperkirakan orang banyak.

kau masih seperti yang dulu, tatkala kita bekerja bersama dalam suatu proyek, dan aku selalu termotivasi untuk bekerja keras karena kerja kerasmu pula, dan caramu untuk menggali ilmu dengan dalam, mungkin hingga ke palung terdalam di dasar laut, sungguh membangkitkan passionku, atau paling tidak semangatku untuk lebih kerja keras lagi. Sungguh kau seorang teman yang baik, pembangkit semangat dan rekan kerja yang hebat.

kau seperti air, beriak sepertinya tak dalam, namun menghanyutkan. Kau setenang air yang mengalir dan hilir ke muara, namun menenggelamkan seluruh keraguan dengan penuh kepastian tatkala sampai ke samudera.

Sementara aku, saat kita berpisah di persimpangan hidup, aku terombang-ambing angan-angan, cita-cita yang terlalu melebar, kebiasaan untuk hidup praktis dan nyaman, egoisme, membuat hidupku semakin tidak terarah.

saat hidupku tidak terarah, kau sekali lagi mengingatkanku, untuk tetap mengejar cita-citaku, meskipun agak terlambat. dan walaupun semua itu kau lakukan tidak secara langsung padaku, namun aku tetap bersemangat karena apa yang telah kau lakukan.

Namun, asal kau tahu, perjalananmu bukan hanya kau yang merasa bangga, tapi aku juga, aku sungguh bangga memiliki teman sepertimu.

Pagi ini aku bermimpi kau pulang ke tanah air dengan selamat, sehat, walafiat.
Selamat jalan kawan. have a safe flight..
Semoga selamat kembali sampai di tanah air.

Kangen km

aku kangen km. apa kabar km?
aku selalu ingat km, aku ga peduli km masi ingat aku juga atau tidak. yang pasti keberadaanmu dalam hidupku meskipun cuma sebentar tetap menggoreskan keindahan di lembaran kehidupanku. Entah km pernah berpikir seperti ini atau tidak, entah kamu percaya ini atau tidak…entah…

Aku senang melihat km tetap bersemangat menjalani hari-harimu. Meskipun km sudah memblokir akun twitterku, satu2nya media yang aku harap aku bisa terus keep in touch denganmu ( tapi ternyata km blokir aku untuk kedua kalinya), aku selalu mengikuti pembicaraanmu dengan teman-temanmu, dengan cara melihat postingan km yang di retweet oleh teman km, menyedihkan bukan? Tapi ternyata ga sia-sia aku ngestalk twitter km, entah km menyadari atau tidak, mungkin kamu sudah tidak memikirkan aku lagi. Aku berhasil mendapatkan fotomu bersama teman-temanmu, ya.. sudah lama aku tak melihat wajahmu, karena ava twittermu pun kau ganti dengan gambar ilustrasi saja.

kamu tau, aku sangat senang melihatmu, meskipun senyum yang kau tunjukkan terlihat seperti membawa beban berat di dirimu, tapi tetap terbersit kedamaian di wajahmu.

I get a kick out of you – Frank sinatra

 

 

My story is much too sad to be told,
But practically everything leaves me totally cold.
The exception I know is the case
When I’m out on a quiet spree,
Fighting vainly the old ennui,
And I suddenly turn and see your fabulous face.

I get no kick from champagne.
Mere alcohol doesn’t thrill me at all.
So tell me why should it be true
That I get a kick out of you?

Some, they may go for cocaine.
I’m sure that if I took even one sniff
It would bore me terrifically, too.
Yet I get a kick out of you.

I get a kick every time I see
You standing there before me.
I get a kick though it’s clear to see
You obviously do not adore me.

I get no kick in a plane.
Flying too high with some gal in the sky
Is my idea of nothing to do.
Yet I get a kick – um you give me a boot – I get a kick out of you.